Tentang Kepemimpinan Di Era Digital

Kepemimpinan di era digital adalah penggunaan strategis aset digital milik suatu individu maupun organisasi untuk mencapai tujuan-tujuannya. kepemimpinan di era digital harus diatasi mulai dari tingkat individu hingga organisasi dengan kepemimpinan yang melayani. Sebab zaman yang baru ini memiliki teknologi terdepan sebagai fondasinya tapi penuh dengan ketidakpastian. Untuk menghadapi zaman baru ini para pemimpin haruslah berpikir dan bertindak lebih cepat dari perubahan yang terjadi.

Sudah banyak organisasi yang keluar dari dunianya karena tidak bertransformasi baik dalam strategi dan operasionalnya. Salah satu cara untuk menghadapi zaman baru ini adalah pada keahlian dan kelincahan dari pemimpin, ini menjadi sebuah keharusan dan syarat mutlak kami di Negeri Baja untuk mampu menjalankan dan mempertahankan organisasi yang sedang dijalankan agar tidak mengalami penurunan dan bahkan kebangkrutan.

Are You a Digital Laggard or Leader?

Menurut si Enterprisers Project, transformasi digital didefinisikan sebagai transformasi mendalam dan percepatan kegiatan bisnis, proses, kompetensi, dan model untuk memanfaatkan peluang yang disajikan oleh teknologi digital di seluruh masyarakat dengan cara yang strategis. Begitu pula di Negeri Baja, kami sedang bertransformasi secara mendalam dan melakukan percepatan kegiatan bisnis, proses, kompetensi dan modelnya dengan memanfaatkan peluang yang sedang terjadi di zaman baru ini.

Bagi kami di Negeri Baja, transformasi itu adalah komitmen yang sangat besar untuk diwujudkan, apalagi untuk organisasi-organisasi lainnya, terutama organisasi-organisasi besar. Kecenderungannya ada dua kategori organisasi ketika sudah waktunya mengadopsi teknologi baru, kategori pertama kami sebut sebagai digital laggard (lambat) dan kategori kedua kami sebut sebagai digital leader (pemimpin). Jadi kesenjangan kinerja yang substansial sedang terbuka antara para digital laggard dan digital leader, secara efektif hal itu menciptakan kesenjangan digital di semua organisasi. Sementara banyak yang mendapat manfaat dari berbagai kemampuan dan peluang baru yang diciptakan oleh digitalisasi, yang lain sepertinya malah tertinggal.

Merebut Peluang atau Tertinggal Jauh Di Belakang

Kenyataan tadi mengingatkan kami di Negeri Baja bahwa terlepas dari banyaknya risiko yang ditimbulkan dan besarnya komitmen yang dibutuhkan, peluang untuk meningkatkan kesuksesan organisasi menjadi jelas, ini meliputi produktivitas yang lebih tinggi, keunggulan yang kompetitif, pelanggan yang lebih bahagia, berkurangnya biaya, ibadah lebih lancar dan masih banyak lagi lainnya. Apa yang kami alami di Negeri Baja menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya memberikan tantangan bagi para individu pemimpin organisasi, tetapi juga mendefinisikan adanya peluang besar, bisa dibilang bahwa investasi dalam mendigitalisasi organisasi sudah mulai terbayar. Dari pengamatan empiris kami juga menunjukkan bahwa organisasi yang diubah secara digital (digital leader) memiliki kinerja yang jauh lebih baik daripada organisasi yang tertinggal (digital laggard).

Menciptakan Kembali Model Organisasi yang Tampak Baru

Ketika kami bertemu dan berteman dengan organisasi besar tingkat internasional, kami terus melihat contoh baru dari transformasi digital yang sukses dan dengan cepat menjadi jelas siapa yang mengabaikan upaya penting ini. Hal itu mengingatkan kami bahwa tanpa mengadopsi model baru, yaitu operasi digital, aset yang sama akan terlantar dan organisasi lama akan berada di jalan menuju ketidakrelevanan atau penyimpangan dan mengalami pemindahan atau disingkirkan.

Transformasi digital hadir dalam berbagai bentuk tergantung pada tujuan organisasi itu sendiri. Sebuah perusahaan transportasi barang mungkin sedang berupaya mengembangkan aplikasi pengelolaan aset dan hubungan dengan pelanggannya untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas. Perusahaan penyelenggara acara mungkin akan selalu menggunakan teknologi digital di bagian tiket untuk mengurangi biaya dan meningkatkan potensi penjualan. Perusahaan penyedia energi listrik mungkin akan membekali semua staf perawatan di lapangan dengan sistem manajemen pengetahuan di telepon selulernya untuk memastikan keterlibatan dan kepuasan karyawan. Dalam kasus ini, dengan menjadi digital disruptor, kami di Negeri Baja dibawa ke depan sekumpulan peluang-peluang kompetitif, seperti kalian yang sedang membaca tulisan ini.

Memilih untuk Menjadi Pemimpin Digital

Setelah sebuah organisasi memutuskan untuk melakukan investasi dalam transformasi digital, mulai dari soal kualitas dan kecepatan eksekusi hingga soal meningkatkan hasil, semuanya akan menjadi tidak lebih penting. Satu-satunya hal yang lebih penting adalah bagaimana memastikan investasi besar dan perubahan yang signifikan ini bisa membawa manfaat kinerja yang berkualitas, cepat dan meningkatkan hasil? Bagi banyak organisasi, transformasi digital masih banyak berkutat dengan aplikasi digital yang sedang digunakan oleh organisasi itu sendiri. Sebenarnya, aplikasi digital itu dan proses operasional dari awal sampai akhir yang dilakukan adalah inti dari pengendalian dalam meningkatkan hasil.

Penerapan sistem otomatisasi yang cerdas terwujud karena adanya kebutuhan untuk mengelola tantangan digital organisasi dan mempercepat terjadinya transformasi. Ketika sebuah organisasi berevolusi dan meningkatkan model operasionalnya, organisasi pada akhirnya mendapati bahwa upaya manual yang selama ini selalu diandalkan tidak akan menjadi gangguan. Karena otomatisasi memungkinkan sebuah organisasi merangkul kemampuan baru, mengimbangi perubahan teknologi yang konstan, dan memberikan hasil yang lebih cepat. Dalam lingkungan baru ini, lebih penting daripada yang lain, bahwa proses operasional dari awal sampai akhir di dalam aplikasi digital organisasi bisa berfungsi seperti yang dirancang dengan tanpa gangguan.

Berikut ini adalah empat hal yang harus kalian ingat ketika kalian memutuskan untuk menjadi digital leader:

  • Kalian Perlu Strategi; Sebuah organisasi perlu memiliki visi yang jelas tentang apa yang ingin dicapai, dan langkah-langkah yang direncanakan untuk sampai ke sana. Contohnya, HJS Trans yang baru-baru ini menetapkan tujuan untuk mengotomatisasi kegiatan pengelolaan aset dan hubungan dengan pelanggannya. Langkah pertama adalah melakukan riset dengan mempelajari semua dokumentasi proses ujung ke ujung untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas dengan mengantisipasi terjadinya kendala yang kerap terjadi. Langkah kedua adalah membangun dan mengembangkan sistem otomatisasi untuk menjalankan proses dengan berbagai skenario kendala agar tercipta wawasan tentang perubahan taktis yang dapat meningkatkan efisiensi. Langkah ketiga adalah menjalankan dan mengevaluasi sistem otomatisasi yang dapat diakses oleh semua pihak untuk berproses dari ujung ke ujung tanpa ada waktu terbuang oleh kendala yang kerap terjadi. Proyek ini diharapkan bisa sukses pada awal pemakaian dengan target sebanyak 2000 transaksi per per bulan yang selesai secara otomatis.
  • Prioritas Adalah Kunci; Jadikan transformasi digital bagian dari DNA organisasi kalian. Tesla, salah satu warga fiktif di Negeri Baja mengatakan bahwa selama perjalanan ke otomatisasi, sering terlibat dalam komunikasi dengan para pemangku kepentingan organisasi, terutama selama proses peningkatan, sangatlah penting untuk keberhasilan kalian. Faktor kesuksesan lainnya adalah mendapatkan dukungan dari para pemimpin senior. Jika transformasi digital merupakan prioritas bagi para pemimpin senior, seluruh organisasi akan merangkul semua strategi, salah satunya strategi dari kalian.
  • Perubahan Itu Baik; Segalanya akan berubah, tapi hal itu bagus dan perlu! Memperbarui dan memperkenalkan perubahan teknologi sangat penting untuk mendorong keberhasilan. Sebuah organisasi perlu mengimplementasikan perubahan dengan cepat dan dengan kualitas tinggi karena melakukan perubahan secara manual bukan lagi pilihan. Menggunakan otomatisasi selama perjalanannya memastikan bahwa kalian dapat fokus pada inisiatif strategis bernilai tinggi, alih-alih menghabiskan banyak waktu untuk kegiatan manual biasa.
  • Mainkan Akhir Permainan; Ingat tujuan akhir kalian, yaitu alasan kalian memulai perjalanan menuju transformasi digital. Mungkin butuh waktu untuk mengadopsi teknologi digital dan mengimplementasikan proses yang masih baru, tetapi tetaplah fokus pada tujuan akhir. Sebab, seperti yang sudah dikatakan di atas berdasarkan data, semua itu akan terbayar!

Dunia digital saat ini memberikan arti bahwa semakin banyak harapan tentang para eksekutif yang akan terus memberikan teknologi berkualitas tinggi dan berfungsi dengan baik; eksekusi yang mulus, peningkatan proses, eksekusi wawasan, pengalaman pengguna yang sempurna, dll. Otomatisasi membantu membuat proyek digital menjadi bebas kesalahan dan berjalan secepat mungkin. Keputusan untuk memulai transformasi bisa menjadi sesuatu yang menakutkan, tetapi merangkul kesempatan ini dengan otomatisasi adalah cara terbaik untuk sampai ke sana dengan lebih cepat dan percaya diri. Jangan biarkan organisasi kalian berakhir di kategori digital laggard. Seperti yang sering kami sebutkan di Negeri Baja; Waktu untuk berinvestasi dalam transformasi digital adalah sekarang. Teknologi digital telah memunculkan banyak jaringan selama beberapa dekade terakhir, tetapi harga dari sebuah transformasi terus meningkat.

Kami di Negeri Baja sangat ingin melakukan interview dengan teman-teman kami yang termasuk dalam kategori digital leader dan menjadikannya sebagai konten di situs web ini agar kalian bisa mempelajari lebih lanjut tentang digital leader. Jika kalian tertarik dan ingin mendukung keinginan kami tersebut, silahkan kalian mendaftar menjadi member di situs web ini: Register. Gratis, 100% tidak ada biaya.

NB, Kalau kalian ingin bertanya, memberikan kritik dan saran tentang kepemimpinan dan/atau transformasi digital, silahkan hubungi kami dan klik di sini; Kontak Negeri Baja

2 thoughts on “Tentang Kepemimpinan Di Era Digital”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat