Kenapa Podcast Itu Penting?

Kenapa podcast itu penting? Mudah-mudahan sepuluh (10) penjelasan ini bisa menjadi jawaban dan semakin meyakinkan kalian bahwa podcast adalah platform konten nomor satu.

Ada cerita yang ingin kami ceritakan di sini di Negeri Baja. Sebenarnya ini adalah kisah dari salah satu warga fiktif di Negeri Baja yang bernama Tesla. Tesla sudah menceritakan kisah ini berulang-ulang kepada semua warga Negeri Baja karena kisah ini adalah salah satu hal yang membentuk siapa Tesla, dan itu adalah salah satu bagian integral dari perjalanan Tesla menjadi seorang digital entrepreneur serta “proof of concept” untuk konsep usaha digital yang lahir dari kepalanya. Kisah yang kami maksud ini adalah ketika Tesla di-PHK dari pekerjaannya sebagai digital strategist pada tahun 2017.

Jika kalian pernah berada di situasi seperti itu, walaupun sebentar, kalian mungkin pernah mendengar cerita seperti itu. Namun, yang mungkin tidak kalian ketahui adalah momen spesifik dalam cerita seperti itu yang telah membuat banyak perbedaan di kehidupan Tesla, dan menjadikan Tesla berada pada tempatnya hari ini itu mungkin, yaitu berada dalam kehidupan pribadi dan usahanya. Itulah yang akan kami bahas di sini.

Tetapi sebelum kami mulai menceritakannya, jika kalian tertarik pada konten seperti ini, kami akan selalu menerbitkannya untuk member website ini, baik berupa tulisan, audio podcast maupun video, karena itu silahkan kalian mendaftar menjadi member di website ini: Register. Gratis, 100% tidak ada biaya.

Tesla masih beberapa bulan lagi di-PHK dari pekerjaannya di sebuah startup. Tesla sedang duduk di dalam kabin pesawat, menyaksikan daratan semenanjung Malaka dari jendela yang tiba-tiba ditutup begitu saja oleh Tesla karena pikirannya tertekan dengan isu di startup tempatnya bekerja yang secara pengelolaan dan model bisnis telah gagal. Pikiran Tesla merasa tersesat, tidak yakin apa yang akan terjadi di masa depan.

Tapi itu terjadi hanya selama penerbangan di pesawat itu. Seketika semuanya telah berubah, semua karena podcast yang didengarkan oleh Tesla.

Podcast itu adalah Penguasaan Bla Bla Bla. Maaf kami rahasiakan karena kami di sini bukan sebagai afiliasi dari podcast tersebut, Tesla maupun kami tidak menerima kompensasi jika kalian membeli melalui tautan tersebut.

Dipimpin oleh si A dan si B, podcast Penguasaan Bla Bla Bla membuka mata Tesla terhadap apa yang mungkin terjadi dalam usaha dalam jaringan/daring (online business). Inilah yang mengilhami Tesla untuk membuat Akademi Bla Bla Bla (dirahasiakan juga karena kami tidak berafiliasi), sebuah percobaan pertama yang dilakukan oleh Tesla dalam menciptakan pendapatan pasif. Inilah yang membentuk fondasi untuk apa yang akhirnya akan menjadi Penghasilan Bla Bla Bla (masih dirahasiakan karena juga tidak berafiliasi) milik Tesla.

Podcast bukan hanya merupakan inspirasi bagi Tesla, tetapi podcast, kami percayai sebagai platform konten nomor satu, baik untuk kami di Negeri Baja maupun kalian.

Ingat, kalian bisa mulai dari mana saja. Tesla waktu itu berada di dalam kabin pesawat yang dalam beberapa waktu kemudian Tesla diberhentikan dari startup yang sedang berjuang karena hilangnya pendanaan dan turunnya pendapatan secara besar-besaran, bersamaan di waktu itu Tesla menemukan sebuah visi di podcast. Melalui podcast itu, Penguasaan Bla Bla Bla, Tesla merasakan kembali harapan. Tesla merasa seperti berteman dengan si A dan si B. Tesla merasa seperti memiliki mentor. Sehingga Tesla bisa belajar banyak dan akhirnya, Tesla termotivasi serta cukup mempercayai si A dan si B untuk berlangganan konten bulanan di Penguasaan Bla Bla Bla milik si A dan si B.

Pada waktu itu, sebenarnya Tesla tidak tahu apakah Tesla mampu membayar biaya berlangganannya, karena Tesla sudah mengetahui tanggal pemutusan hubungan kerja dari startup tempatnya bekerja sebagai digital strategist sudah dekat. Tetapi Tesla juga memiliki perasaan yang kuat bahwa hal itu akan sepadan. Lagi pula, Tesla telah menghabiskan puluhan jam mendengarkan konten podcast Penguasaan Bla Bla Bla. Tesla tahu, berkat si A dan si B, bahwa ini adalah dunia usaha dalam jaringan/daring dan Tesla perlu menjadi bagian dari dunia ini.

Setelah Tesla mengikuti panduan dan kursus Penguasaan Bla Bla Bla, dan setelah Tesla mendapat sedikit pengalaman dengan Akademi Bla Bla Bla, Tesla memulai blog Penghasilan Bla Bla Bla. Tesla tidak langsung memulai podcast-nya karena Tesla tidak nyaman dengan memperdengarkan suaranya dalam podcast. Bahkan pada bulan Mei 2018, setelah mengumumkan bahwa Tesla akan memulai podcast, Tesla masih butuh setengah tahun untuk akhirnya meluncurkan episode pertama podcast-nya.

Pada November 2018, Tesla merilis episode pertama podcast Penghasilan Bla Bla Bla. Hampir satu tahun kemudian, itu menjadi hal terbaik yang bisa Tesla lakukan untuk usaha atau bisnisnya, dan membuat Tesla berpendapat bahwa podcast atau podcasting, tanpa diragukan lagi, adalah platform konten nomor satu.

podcast itu penting
podcast itu penting

10 Penjelasan Tentang Podcast yang Merupakan Platform Konten Nomor Satu.

  • Podcast atau podcasting itu cocok sekali dengan kehidupan kebanyakan orang

Podcast adalah satu-satunya platform konten online yang memungkinkan untuk konsumsi pasif, atau tidak langsung. Dengan kata lain, siapapun dapat secara aktif mendengarkan dan belajar dari podcast sambil melakukan sesuatu yang lain (misalnya berolahraga di gym atau mengemudi ke tempat kerja) pada saat yang sama. Jika audien kalian mencoba membaca konten posting blog kalian saat mengemudi (tolong jangan sampai dilakukan) atau berolahraga di gym (push-up dengan satu tangan saja), itu pasti tidak akan menjadi suatu pengalaman yang keren.

Sebagai pendengar podcast, audien kalian tidak perlu melihat video, atau melihat layar untuk membaca konten posting blog kalian. Audien kalian dapat mengkonsumsi konten podcast sebagai pendengar tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari mereka. Jika mereka menginginkannya, itu bisa menjadi bagian dari rutinitas mereka. Itulah yang menjadi tujuan dari kalian sebagai para pembuat podcast atau podcaster.

Coba pikirkan hal ini, menurut biro sensus di negeri Amerika Serikat, rata-rata waktu perjalanan di Amerika Serikat adalah 25,4 menit. Hal ini menjadikan adanya waktu 25,4 menit audio podcast yang dapat didengar audien kalian di negeri Amerika Serikat. Kalian memberikan kesempatan kepada audien untuk mempelajari lebih lanjut tentang kalian dan merek kalian di lingkungan di mana platform konten lain tidak memungkinkan mewujudkan hal itu dengan sebenar-benarnya.

  • Rata-rata orang mengkonsumsi podcast untuk periode yang lebih lama

Seorang audien mungkin menghabiskan sepuluh hingga lima belas menit membaca konten posting blog ini, atau bahkan mungkin waktu yang lebih singkat jika melibatkan skimming. Video dikonsumsi dengan jangka waktu yang bervariasi, tergantung pada durasi video. Beberapa video berdurasi sangat pendek (seperti setengah menit atau beberapa menit). Beberapa lebih panjang lagi durasinya. Menurut MiniMatters, panjang rata-rata video di YouTube adalah 4 menit dan 20 detik.

Audien podcast menggunakan podcast secara berbeda. Ketika mereka mendengarkan podcast, jika mereka mendengarkan sesuatu yang bermanfaat, dan mereka telah berlangganan sebuah konten podcast, mereka bisa mendengarkan hingga satu jam atau lebih. The Joe Rogan Experience, sebagai contoh, adalah podcast di mana sebagian besar episode podcast-nya berdurasi lebih dari dua jam. Podcast Pendapatan Bla Bla Bla milik Tesla bervariasi panjang durasinya, antara 30 menit hingga kadang-kadang selama satu setengah jam.

Sekali lagi, karena audien podcast dapat memasukkan podcast ke dalam kesehariannya dengan lancar, mengkonsumsi sampai mabuk podcast akan lebih wajar terjadi daripada dengan konten posting blog atau video. Selain itu, menurut kami podcast atau podcasting adalah salah satu bentuk pengiriman konten yang paling menarik, yang pada akhirnya bisa diterjemahkan menjadi konten dengan lebih banyak waktu untuk mendengarkannya.

Terakhir, audien kalian akan mendengarkan podcast lebih lama hanya karena tidak mudah, atau ada sedikit insentif, untuk keluar dari platform konten podcast. Sebagai konsumen podcast, audien kalian tidak terganggu oleh apa yang terjadi pada (jutaan) tab lainnya di peramban mereka, dan meskipun ada iklan di podcast, itu jauh lebih tidak mengganggu daripada apa yang ada di konten video dan blog.

Itu berarti merek kalian, pesan kalian, suara kalian, dan kalian sendiri, berada di depan audien jauh lebih lama daripada platform konten lainnya. Hal itu sangatlah berharga.

  • Tidak ada persaingan dalam podcasting

Podcast adalah platform konten yang berkembang. Tidak ada yang dapat menyangkalnya. Tetapi masih ada jauh lebih sedikit podcast daripada blog dan YouTube channel. Berikut ini data statistiknya;

  1. Podcast vs. Blog vs. Video
    1. 200.000 podcast aktif / 19 juta blog aktif / 1 miliar pengguna YouTube.
    2. 98 juta orang mendengarkan podcast / 409 juta orang melihat lebih dari 23,7 miliar halaman setiap bulan (hanya di WordPress.com) / 4,95 miliar video yang ditonton di YouTube setiap hari.
  2. Pertumbuhan Podcast
    1. Antara 2015 dan 2016 terjadi 23% pertumbuhan pendengar podcast.
    2. Sejak 2013 terjadi peningkatan 75% jumlah pendengar podcast per bulan.
    3. 36% dari populasi dunia mendengarkan podcast.

Sumber: HubSpot State of Inbound 2016; WordPress.com/activity; StatisticBrain.com/youtube-statistics

Podcasting, dalam pengalaman Tesla, memungkinkan Tesla untuk bersaing dengan senjata besar, menciptakan lapangan bermain yang lebih merata. Sebagai contoh, Tesla secara konsisten mengungguli The Wall Street Journal dan Harvard Business Review di bidang podcasting. Dalam pengaturan media tradisional, Tesla sebenarnya tidak akan terlihat. Tetapi dalam podcasting, Tesla memiliki keunggulan.

  • Podcast itu cara terbaik untuk meningkatkan keintiman

Podcasting memungkinkan kalian membangun hubungan yang lebih kuat dengan audien kalian, bahkan lebih cepat. Bayangkan ketika kalian memikirkan sesuatu dan kalian sampaikan melalui podcast, seketika itu pula seseorang mendengarkan podcast kalian, suara kalian ada di telinga mereka (apalagi jika mereka mendengarkan dengan earphone). Hal itu sangat intim. Mereka dapat menangkap intonasi suara kalian, emosi dalam suara kalian. Sebagai pendengar podcast, Tesla menemukan bahwa lebih mudah berempati dengan sebuah cerita jika dia dapat mendengarkan pendongeng. Menurut kami, jika dilakukan dengan benar, dalam beberapa cara kalian dapat membawa audien kalian ke saat tertentu dalam waktu yang mungkin berhubungan dengan kalian. Menemukan kesamaan dengan audien kalian adalah cara yang luar biasa untuk membangun hubungan.

Seperti kisah Tesla berikut ini. Ketika Tesla berbicara di acara-acara tertentu dan bertemu dengan audien podcast-nya untuk pertama kali, Tesla biasanya mulai mengobrol seolah-olah mereka sudah berteman selama bertahun-tahun. Karena podcast, ada koneksi intim yang terjadi antara audien Tesla dengan Tesla sendiri. Awalnya, interaksi itu membuat Tesla lengah. Sebagai contoh, jika audien Tesla menceritakan sesuatu yang pernah Tesla katakan pada episode podcast-nya yang telah lalu, atau menanyakan detail pribadi tentang Tesla yang lupa dibahas oleh Tesla, hal itu menurut Tesla sedikit menggelegar pada awalnya. Tesla merasa seperti, “Hah? Siapa kamu?” Tetapi kemudian, tentunya, Tesla menjadi salah tingkah karena audiennya yang luar biasa mencoba terhubung dengannya.

Setelah beberapa saat, Tesla pada akhirnya terbiasa dengan hal itu. Tesla akhirnya menyadari betapa kuatnya itu. Melalui mikrofon di rumahnya, Tesla dapat membangun banyak sekali pertemanan sejati dengan audiennya menggunakan kekuatan suaranya, dan tidak ada platform lain yang memungkinkan Tesla melakukannya dengan lebih baik dan lebih cepat. Hal itulah yang terbaik dari podcast.

Ingin segera mencoba menjadi podcaster, tapi takut hanya akan menjadi satu hal iseng-iseng belaka?!?! Negeri Baja menyediakan layanan Indonesia Podcast Hosting untuk kalian yang ingin menjadi podcaster beneran. Coba demo podcast hosting-nya dan kalian bisa pelajari lebih lanjut tentang layanan Indonesia Podcast Hosting di sini.

  • Kalian dapat terhubung dengan influencer

Selain terhubung dengan audien kalian, podcast adalah platform luar biasa bagi kalian untuk terhubung dengan influencer atau orang-orang yang mungkin kalian kagumi, baik itu pemimpin pemikiran maupun pemilik otoritas lain di industri kalian. Jika kalian pergi dan bertanya kepada seseorang yang kalian kagumi, apakah mereka bisa menghabiskan tiga puluh menit hingga satu jam berbicara dengan kalian, mereka mungkin mengatakan tidak, bahkan mereka mungkin mengatakan mau tapi menagih kepada kalian untuk suatu harga. Tetapi saat kalian memiliki podcast, itu menunjukkan kepada mereka bahwa kalian memiliki sesuatu untuk ditawarkan. Kalian memiliki panggung untuk memberi mereka kesempatan audiensi. Sebuah kesempatan untuk berbicara tentang diri mereka sendiri dan memamerkan layanan atau produk mereka kepada sekelompok orang baru.

Dan, sebaliknya, kalian memiliki kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak audien podcast dan lebih banyak paparan merek kalian dari audien mereka. Terhubung dengan influencer ini, seperti yang kami sebutkan di alasan sebelumnya, kalian juga membangun hubungan dengan mereka, kalian mengenal mereka lebih baik dan kalian memberikan nilai kepada mereka. Sebagai gantinya, mereka kemungkinan akan dapat memberikan nilai kembali kepada kalian.

  • Ketika kalian memiliki podcast, kalian memiliki panggung sendiri yang dapat dikembangkan

Jika kalian adalah orang yang suka berbicara di atas panggung dan itu adalah salah satu hal favorit kalian, maka kami sangat menyarankan kepada kalian untuk lebih menyukai panggung podcasting karena, untuk berbicara kepada audien, kalian tidak harus pergi ke mana pun. Kalian tidak perlu bepergian. Kalian bahkan tidak harus meninggalkan rumah. Untuk mengumpulkan audien, kalian tidak perlu membuat acara dan membuat mereka bepergian. Kalian tidak perlu khawatir tentang menyewa tempat, atau membayar biaya konsumsi, atau memastikan ada cukup kopi di backstage untuk semua orang. Kalian dapat dengan sederhana, menggunakan suara kalian, merekam episode podcast dan membaginya dengan audien podcast yang bisa mendapatkannya secara otomatis melalui platform podcast di gadget mereka.

Sekarang coba bayangkan jika podcast kalian telah mendapatkan lebih dari 30.000 unduhan per episode, hal Itu membuat setiap kali kalian mengeluarkan sebuah episode baru, situasi itu seperti kalian tampil di Stadion Gelora 10 Nopember di Surabaya yang dipenuhi dengan orang yang menunggu kalian untuk membagikan episode baru kalian. Bayangkan seperti apa rasanya berada di panggung seperti itu, sehingga kalian tidak akan terkejut karena dengan podcast hal itu sangatlah mungkin.

Tetapi hal itu tidak akan bermula seperti itu. Bisa saja kalian mengatakan kepada kami, “Aku sudah memulai membuat podcast, hanya saja aku cuma mendapatkan 100 unduhan per episode podcast-ku. Terus terang, itu membuatku berkecil hati.” Kalian tahu apa yang akan kami katakan? Kami akan berkata, “Apa yang akan terjadi jika kamu memiliki 100 orang audien di sebuah ruangan, dan kamu berada di depan di atas sebuah panggung, sedangkan semua audien itu berada di ruangan itu untuk mendengarkanmu? Bagaimana perasaanmu?” Sebagian besar kalian mungkin akan mengatakan bahwa kalian akan merasa gugup ketika berada di posisi itu, tetapi kalian juga bisa merasa harus menyerah. Padahal kalian tidak ingin mengecewakan 100 audien itu. Kalian pasti akan merasa terdorong untuk terus maju.

Benar-benar menempatkan semuanya dalam perspektif. Itulah yang kalian miliki dengan podcast. Kalian punya panggung dan tahap itu adalah cara yang luar biasa untuk menumbuhkan personal branding atau merek kalian, lalu membangun fanbase yang menggema, yang kemudian bisa menjadi komunitas brand ambassadors untuk merek kalian, yang semata-mata akan membantu merek kalian untuk tumbuh lebih besar lagi. Ini adalah digital aset yang luar biasa untuk dimiliki.

  • Testimoninya banyak dan berlimpah

Salah satu strategi Tesla yang menjadi favorit kami adalah memanfaatkan podcast untuk menampilkan audiennya yang telah mengamalkan isi dari podcast-nya. Salah satunya adalah kegemaran Tesla berbagi kisah sukses dan berbagi wawancara dengan audiennya yang sangat loyal. Tetapi, beberapa episode podcast Tesla yang menurut kami sangat populer adalah wawancaranya dengan audiennya yang sebenarnya adalah orang-orang yang belum pernah kami dengar sebelumnya.

Salah satu episode podcast Tesla adalah wawancaranya dengan sepasang guru dari negara bagian Kentucky, di negeri Amerika Serikat. Sepasang guru itu sebelumnya telah mendengarkan podcast Tesla dan terinspirasi untuk mengamalkannya. Hasilnya adalah mereka berhasil membangun kerajaan bisnis yang luar biasa di industri kepustakaan dan pelatihan sepakbola.

Menampilkan konten cerita seperti ini merupakan salah cara bagi Tesla untuk mengatakan beberapa hal sekaligus kepada audiennya. Pertama, Tesla bisa menginspirasi banyak audiennya. Terkadang audien Tesla membutuhkan lebih dari sekadar cerita sukses yang cukup menggoyang pikiran dan hati sanubari mereka. Cerita seperti itu memang bisa memberikan banyak nilai, dan terus terang, kami di Negeri Baja sangat suka untuk mendengarkan cerita seperti itu di podcast-nya Tesla, tetapi tidak semua audien Tesla bisa terhubung dengan cerita sukses seperti itu. Bisa saja cerita dari audien Tesla yang dekat dengan keseharian Tesla, audien yang berada di sekitar Tesla lebih cocok didengarkan karena ceritanya menjadi sebuah hal baru bagi audien yang lain, seperti podcast ini yang relatif masih baru di telinga semua orang di Indonesia tapi sebenarnya dekat atau mudah diakses oleh semua orang.

Kedua, ketika Tesla menampilkan audiennya yang telah mengamalkan isi dari podcast-nya, secara tidak langsung hal itu menunjukkan bahwa Tesla menyukai audiennya (kami di Negeri Baja pasti melakukan hal itu), menunjukkan bahwa Tesla memberikan sebuah ruang untuk audiennya berbicara, menunjukkan bahwa Tesla mendengarkan audiennya, dan menunjukkan bahwa Tesla peduli dengan kesuksesan audiennya.

Ketiga, Tesla tidak perlu membicarakan segala kehebatan yang dimilikinya, karena audien yang dia tampilkan dalam podcast-nya dengan sendirinya akan melakukannya untuk Tesla. Ini cara yang lebih natural untuk melakukannya sehingga menjadi kesaksian luar biasa yang bahkan tidak terasa seperti kesaksian karena sebenarnya itu adalah kisah nyata yang kebetulan menjadi bagian dari Tesla.

  • Kalian belajar menjadi komunikator yang lebih baik

Jika kalian kesulitan berbicara di panggung atau berkomunikasi dengan orang lain di tempat umum, memulai podcast adalah alat yang luar biasa untuk membantu kalian menjadi lebih baik. Seiring waktu, jika kalian melakukannya secara konsisten, pada akhirnya kalian akan menyadari kemampuan berbicara kalian jauh lebih baik. Hampir satu tahun lamanya bagi Tesla untuk menyadari hal itu dengan sendirinya. Saat itulah kami di Negeri Baja akhirnya memiliki keberanian dan pertimbangan yang cukup untuk menyampaikan kisah Tesla ini menjadi penjelasan tentang pentingnya podcast.

Puncaknya, meskipun Tesla sangat takut berbicara di depan umum, pengalaman podcasting jelas membantunya mempersiapkan hal itu. Sekarang, Tesla seperti tidak bisa turun dari panggung, Tesla menjadi suka berbicara di atas panggung, dan podcasting jelas merupakan bagian utama dari itu.

Bahkan dalam percakapan sehari-hari kami dengan Tesla, kami menyadari bahwa Tesla lebih baik dalam mengklarifikasi pikirannya dan memikirkan proses-prosesnya dengan sangat keras. Lebih dari segalanya, menurut kami, Tesla telah menjadi komunikator dan pembicara yang percaya diri. Tesla belajar lebih banyak tentang kami di Negeri Baja dalam percakapan karena Tesla tahu pertanyaan yang harus dia ajukan, dan Tesla tahu cara mendengarkannya. Menurut kami, menjadi komunikator yang hebat seperti Tesla adalah keterampilan yang luar biasa untuk dimiliki dalam kehidupan, dan memulai podcast adalah cara yang fantastis untuk sampai ke sana.

  • Terbukanya peluang yang tidak pernah kalian bayangkan

Dengan menjadi podcaster, kalian memiliki beberapa peluang luar biasa yang terbuka bagi kalian karena podcast. Seperti Tesla, suatu kali, podcast membuat Tesla dilirik oleh penerbit, yang kemudian berminat untuk bekerja sama dengan Tesla dalam berbagai proyek buku tentang podcast. Di lain waktu, Tesla memiliki seorang audien yang mau mengulurkan tangan kepada Tesla karena audien tersebut menyukai isi dari podcast-nya Tesla, dan menawarkan kepada Tesla sebagai seorang manajer pemasaran dan media sosial untuk sebuah film independen di Bollywood! Menurut kami, peluang-peluang itu adalah hal yang sangat keren.

Belakangan kami ketahui, ternyata semua peluang yang dialami oleh Tesla mengarah pada produksi film pendek berjudul “Kembali ke Masa Depan” yang digunakan oleh Tesla sebagai petunjuk untuk berbagai presentasinya di tempat lain yang salah satunya berhasil memberikan pengalaman tidak terlupakan bagi Tesla.

Kalian mungkin berpikir bahwa hal-hal yang tersebut di atas mungkin di luar jangkauan kalian, padahal tidak. Peluang akan datang pada kalian. Audian akan menjangkau kalian tetapi kalian harus menempatkan diri untuk mewujudkannya. Menurut kami di Negeri Baja, orang yang beruntung adalah mereka yang sudah siap ketika datang sebuah peluang.

  • Memungkinkan untuk dimonetisasi

Podcast sebenarnya tidak perlu dimonetisasi, meskipun ada banyak cara yang dapat kalian lakukan, dan ada banyak cara monetisasi yang dapat menguntungkan podcast dan usaha kalian. Bahkan secara tidak langsung kalian bisa mendapatkan banyak manfaat dari podcast, dalam hal ini menghasilkan uang dengan berbagai cara yang berbeda. Tapi di sini, kami di Negeri Baja ingin menunjukkan beberapa cara untuk secara langsung menghasilkan uang melalui podcast kalian.

Pertama adalah cara paling populer untuk memonetisasi podcast kalian, yaitu iklan. Cara kerjanya adalah kalian membuat pengiklan, baik individu maupun perusahaan, membayar untuk eksposur ke merek mereka di podcast kalian, baik di pre-roll (sebelum konten utama podcast), mid-roll (di tengah ), atau post-roll (di akhir). Meskipun begitu, iklan bukan salah satu yang kami rekomendasikan untuk bertahan lama. Ada beberapa kemungkinan lain yang dapat bermanfaat bagi kalian dan audien kalian. Kami akan membicarakannya di kesempatan berikutnya. Karena itu silahkan kalian mendaftar menjadi member di website ini: Register. Gratis, 100% tidak ada biaya.

Kembali tentang iklan, biasanya pengiklan akan membayar sejumlah nominal tertentu di bagian mana saja antara Rp150.000,- dan Rp400.000,- untuk per seribu unduhan (CPM – cost per mille). Karena pengiklan biasanya hanya membayar untuk setiap seribu unduhan, menurut kami itu sudah cukup murah jika dibandingkan dengan membayar biaya tetap untuk sesuatu yang serupa.

Berikutnya adalah pemasaran afiliasi, ini adalah cara lain untuk menghasilkan uang dari podcast kalian. Jika kalian tidak memiliki produk sendiri, atau bahkan jika kalian punya produk sendiri, kalian dapat merekomendasikan produk tersebut kepada audien kalian, contohnya adalah layanan aplikasi atau produk digital lainnya. Jika kalian memiliki hubungan afiliasi dengan perusahaan-perusahaan itu, kalian pasti dapat memperoleh komisi jika audien kalian membeli layanan atau produk tersebut melalui tautan afiliasi kalian.

Catatan: jika kalian memiliki hubungan afiliasi, dan kalian mendapat komisi pada tautan afiliasi itu, sangat penting untuk menyebutkannya sebagai tautan afiliasi di podcast kalian. Kalian bisa mendapat masalah jika tidak menyebutkannya. Selain itu, ini sebenarnya hanya sebuah sikap terbuka dan jujur kepada audien kalian, yang mana audien kalian pasti menghargai hal ini.

Menurut apa yang sudah dialami oleh Tesla, pemasaran afiliasi bisa sangat menguntungkan. Tesla pertama kali memberitahukan kepada kami di Negeri Baja tentang hal ini. Tesla mengatakan telah melakukan pemasaran afiliasi sejak 2018 tentang Penghasilan Bla Bla Bla, dan Tesla merasa itu masih salah satu bentuk monetisasi yang sangat kurang dimanfaatkan potensinya oleh dia.

Dan coba tebak? Kalian dapat memulai pemasaran afiliasi hari ini. Temukan perusahaan yang pernah kalian gunakan, yang bekerja dengan kalian, yang kalian percayai. Pastikan perusahaan itu salah satu yang telah kalian gunakan, sehingga kalian tidak berpotensi menodai kepercayaan yang telah kalian kembangkan bersama audien kalian. Lalu jalin hubungan afiliasi dengan perusahaan itu, dan kalian dapat mulai menghasilkan pendapatan afiliasi. Apa yang menyenangkan dari podcast adalah, jika kontennya tidak pernah usang sepanjang waktu (seharusnya sih begitu, atau kalau tidak, sebagian besar pasti begitu), kalian akan terus membuat komisi afiliasi dari episode podcast tersebut.

Tip spesial tentang pemasaran afiliasi dari kami di Negeri Baja: jika kalian ingin meningkatkan penghasilan afiliasi untuk produk tertentu yang kalian tahu telah terbukti bermanfaat bagi audien kalian, dan kalian tahu produk itu juga bermanfaat untuk kalian, undang CEO atau pemilik produk itu untuk berbicara tentang kisah dan hal-hal yang terjadi di balik produk tersebut. Hal itu memungkinkan audien untuk membangun hubungan dengan produk sekaligus dengan pemilik produknya dan akan membuat audien kalian lebih termotivasi untuk benar-benar menindaklanjuti pembelian melalui tautan afiliasi kalian.

Cara lain untuk memonetisasi podcast kalian adalah dengan menjual produk kalian sendiri. Ini jauh lebih sulit untuk dilakukan secara langsung di podcast kalian, tetapi ada solusi untuk itu. Salah satu solusinya adalah membuat daftar alamat email dengan memanfaatkan podcast kalian. Menurut kami di Negri Baja, banyak podcaster melakukan hal ini. Kalian mengumpulkan daftar alamat email dengan menawarkan hadiah gratis atau insentif sehingga audien mau mendaftarkan alamat email-nya, yang pada dasarnya itu adalah awal dari saluran penjualan kalian. Sejumlah daftar alamat email itu nantinya, setelah jangka waktu tertentu, bisa kalian kirimi promosi tentang produk kalian yang terkait dengan hadiah gratis yang kalian berikan atau terkait dengan episode podcast dari mana audien kalian mendaftarkan alamat email-nya.

Terakhir ada mode monetisasi lain yang harus kalian perhatikan, yaitu model “dibayar oleh audien seperti kalian yang membaca artikel ini”. Ada alat yang disebut Patreon yang memungkinkan audien kalian untuk membayar sejumlah nominal tertentu per episode atau per bulan secara berkelanjutan. Jika kalian memiliki podcast di Patreon, kalian bisa membuat tingkatan harga serendah dan setinggi yang kalian inginkan.

Bayangkan jika kalian memiliki 1.000 audien, dan 1.000 audien itu ternyata adalah audien kalian yang setia, yang mau membayar sejumlah Rp10.000,- per episode podcast kalian. Berarti akan ada nominal Rp10.000.000,- per episode podcast kalian di Patreon. Jika kalian mengeluarkan empat episode podcast per bulan, berarti Rp40.000,- per audien, dan kalian akan menghasilkan Rp40.000.000,- setiap bulannya.

Kami di Negeri Baja sebenarnya ingin sekali melakukan interview dengan pendiri Patreon dan menjadikannya sebuah episode podcast di website ini agar kalian bisa mempelajari lebih lanjut tentang monetisasi menggunakan Patreon. Jika kalian tertarik dan ingin mendukung keinginan kami tersebut, silahkan kalian mendaftar menjadi member di website ini: WNA Membership. Gratis, 100% tidak ada biaya jika kalian gunakan kode promo atau coupon code WHYPODCAST pada saat checkout.

Bonus: Penjelasan Tentang Podcast Sebagai Konten Masa Depan (disadur dari suarane.org)

  • Semua orang bisa bicara, tapi tidak semua bisa atau senang untuk tampil
    Meski kenyataan yang terjadi YouTube sedang jadi fenomena, sayangnya tidak semua orang bisa atau suka tampil secara visual di depan kamera. Menariknya hampir semua orang bisa bicara. Ini berlaku juga untuk media berupa tulisan. Tidak semua orang bisa mengungkapkan pikiran atau pendapatnya lewat tulisan, tapi menariknya, hampir semua orang bisa mengungkapkan pikiran atau pendapatnya lewat kata-kata, berbicara, ngobrol atau ngrumpi. Jadi bukan sebuah kebetulan kalau ada sejumlah YouTuber di Indonesia yang saat ini juga memiliki podcast. Selain itu, karena proses produksi podcast yang jauh lebih mudah dan murah ketimbang memproduksi video, juga bisa menjadi alasannya.
  • Lebih akrab dan personal
    Media yang lebih dekat atau akrab dengan kebanyakan orang itu suara karena kebanyakan orang berkomunikasi dengan bersuara dan mendengar. Media suara menjadi terasa lebih personal lagi ketika semakin banyak orang yang mendengarkan podcast menggunakan headset, earphone atau headphone. Ini menjadikan seakan-akan pesan yang disampaikan lewat suara itu ditujukan secara pribadi, seakan-akan podcaster bicara hanya dengan pendengarnya langsung. Ada kabar menggembirakan, banyaknya podcast di Indonesia muncul belakangan ini rata-rata memanfaatkan hal ini. Podcast yang pada awalnya dikemas tidak jauh dari gaya produksi acara radio, saat ini sudah banyak berubah menjadi seperti sebuah acara obrolan santai pada umumnya. Cukup banyak podcaster yang sudah membuktikan hal ini dengan melihat dari jumlah pendengar atau subscriber yang sudah cukup banyak. Sebuah fakta bahwa kebanyakan orang selain memang membutuhkan hiburan dan informasi, mereka sebenarnya lebih butuh teman.
  • Membangun imajinasi gambar yang jauh lebih keren
    Ibarat kata, radio itu “theater of the mind” sedangkan televisi itu “theater of the mindless” seperti pernah dikatakan oleh si Steve Allen, dia seorang penyiar terkenal di negeri Amerika Serikat era tahun 60-70an. Allen banyak disebut sebagai orang yang pertama kali menggunakan istilah “theatre of the mind” yang kemudian sering digunakan di kalangan orang-orang radio. Istilah itu mengacu pada kemampuan otak manusia memunculkan imajinasi gambar yang jelas di kepalanya hanya dengan bantuan suara atau kata-kata. Tidak hanya sebuah teori, sebenarnya hal ini sudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dengan mendengarkan cerita tentang makanan yang lezat akan lebih menimbulkan nafsu makan daripada dengan melihat gambarnya. Semua itu karena imajinasi otak manusia sangat jauh lebih keren daripada kamera dengan teknologi paling canggih.
  • Bisa dijadikan selingan, tidak banyak mengatur orang
    Kalau masih banyak orang yang masih bisa dan mau diatur untuk mengkonsumsi media pada waktu-waktu tertentu, itu satu keberuntungan buat media mainstream yang banyak mengatur konsumsi media di waktu-waktu tertentu. Saat ini kebanyakan orang sudah semakin sibuk dan pilihan media sudah semakin beragam, hal ini membuat media semakin tidak mudah untuk menarik perhatian orang agar mengkonsumsi media di waktu-waktu tertentu. Hal itu pula yang akhirnya menghadirkan media baru yang sifatnya on-demand, yaitu media yang bisa dikonsumsi kapan saja ketika sedang melakukan aktivitas lainnya. Salah satu kelebihan podcast itu adalah sifatnya sebagai media yang bisa dikonsumsi kapan saja ketika sedang melakukan aktivitas lain, mendengarkan sambil melakukan aktivitas yang lain. Kelebihan itu sebenarnya tidak ada di media lain dan di Indonesia hal itu sudah disadari sepenuhnya oleh para podcaster dan para pendengarnya. Hal ini dikuatkan dengan adanya survei yang dilakukan oleh Daily Social di Indonesia. Hasil survei itu menunjukkan bahwa hampir 60% responden menyukai podcast karena bersifat fleksibel (on-demand).
  • Sebuah teknologi dari masa depan
    Gambaran di masa depan untuk podcast sebenarnya sudah terlihat dari berbagai platform digital yang sudah semakin mengakomodir fitur suara terutama di ponsel, sebuah benda yang saat ini menjadi semakin tidak terpisahkan dengan pemiliknya. Berikut ini beberapa diantaranya:
    • Facebook Live Audio; di akhir tahun 2017 Facebook mengenalkan layanannya yang disebut Live Audio. Ini adalah fitur Facebook Live yang meniadakan unsur video. Sebuah fakta, Facebook mengakui bahwa para penggunanya sering mendengarkan berbagai bentuk media suara ketika sedang melakukan aktivitas lain. Karena alasan itu fitur Facebook Live Audio dibuat.
    • Spotify Podcast: Spotify adalah platform digital yang sangat terkenal untuk streaming musik dan telah mengenalkan fitur distribusi podcast. Banyak podcaster di Indonesia langsung memanfaatkan fitur distribusi podcast tersebut. Survei terbaru dari Daily Social menunjukkan ada lebih dari 50% responden di Indonesia mendengarkan podcast menggunakan Spotify.
    • Google Assistant, Siri, Cortana, Alexa dkk.: Saat ini semakin banyak fitur teknologi yang menggunakan perintah suara dan di Indonesia juga semakin dikenal. Bisa dibayangkan ketika terjebak kemacetan jalan lalu memerintah Siri atau Google Assistant untuk memutar sebuah episode podcast tertentu. Tapi, sebaiknya jangan dibayangkan karena sudah bisa langsung dicoba di ponsel kalian.

NB, Kalau kalian ingin menjadi podcaster beneran, klik di sini; Indonesia Podcast Hosting, untuk mendapatkan layanan hosting file podcast sekaligus website podcast. Itu sebuah solusi untuk kalian agar tidak cuma jadi podcaster musiman atau iseng!

4 thoughts on “Kenapa Podcast Itu Penting?”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat